Saham Asia Menguat, Rebound Teknologi AS Redakan Kekhawatiran Disrupsi AI Global Pasar saham Asia dibuka menguat pada Rabu, mengikuti reli signifikan saham teknologi di Wall Street yang membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi kecerdasan buatan (AI). Penguatan tercatat di bursa Jepang, Korea Selatan, dan Australia, mendorong MSCI Asia Pacific Index memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Sentimen positif ini mencerminkan kembalinya minat risiko (risk appetite) investor setelah sebelumnya pasar dibayangi ketidakpastian terkait valuasi dan dampak AI terhadap model bisnis tradisional. Reli di kawasan Asia tidak terlepas dari rebound kuat saham teknologi Amerika Serikat. Saham perangkat lunak yang sebelumnya dinilai undervalued bangkit tajam, mengangkat Nasdaq 100 sekitar 1,1% dan turut mendorong penguatan S&P 500. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa investor kembali memburu saham pertumbuhan (growth stocks), terutama di sektor teknologi, ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Februari, 2026
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yen Menguat, Pasar Global Menanti Rilis Data Non-Farm Payrolls AS Yen Jepang mempertahankan penguatannya pada perdagangan Rabu, didukung oleh reli pasar saham Jepang serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah baru. Kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dinilai memberikan ruang politik yang lebih kuat untuk menerapkan kebijakan fiskal yang lebih disiplin dan terukur. Di saat yang sama, dolar AS bergerak fluktuatif menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP), yang menjadi fokus utama pasar global hari ini. Terhadap dolar AS, yen menguat sekitar 0,1% ke level 154,22, melanjutkan kenaikan sekitar 1% pada sesi sebelumnya. Penguatan yen juga terlihat terhadap mata uang utama lainnya. Euro diperdagangkan di sekitar 183,60 yen, sementara poundsterling melemah ke kisaran 210,17 yen. Aktivitas perdagangan di kawasan Asia cenderung lebih tenang akibat libur pasar di Jepang, namun sentimen terhadap y...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sentimen Risk-On Kembali Menguat, Bursa Asia Dibuka Hijau Solid Pasar saham Asia mengawali perdagangan awal pekan dengan penguatan merata, sejalan dengan reli kuat Wall Street pada penutupan akhir pekan lalu. Setelah melalui periode volatilitas tinggi, pelaku pasar terlihat kembali mengadopsi pendekatan risk-on , dengan fokus pada perburuan saham-saham yang sebelumnya tertekan tajam. Optimisme global membaik seiring meredanya kekhawatiran jangka pendek dan meningkatnya keyakinan bahwa koreksi sebelumnya telah membuka peluang valuasi yang menarik. Korea Selatan dan Jepang menjadi sorotan utama di kawasan. Indeks Kospi melonjak sekitar 4%, menegaskan posisinya sebagai salah satu barometer utama tema investasi kecerdasan buatan di Asia. Reli ini mencerminkan arus dana yang kembali masuk ke saham-saham berorientasi teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Di Jepang, indeks Nikkei turut menguat signifikan setelah kemenangan pemilu Perdana Menteri Sanae Takaichi memicu sentimen...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wall Street Ditutup Bervariasi, Tekanan Saham Teknologi Picu Nada Risk-Off Pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu, dengan tekanan signifikan kembali menghantam sektor teknologi. Indeks S&P 500 melemah 0,3%, sementara Nasdaq terkoreksi tajam sebesar 1,6%, memperpanjang fase penurunan di tengah sentimen risk-off yang semakin kuat akibat berlanjutnya pelemahan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Aksi jual paling agresif terjadi di sektor semikonduktor. Saham Advanced Micro Devices (AMD) anjlok 17,3% setelah merilis proyeksi kinerja yang mengecewakan, menyeret turun seluruh kompleks saham chip. Micron Technology merosot 9,5%, Broadcom turun 3,8%, Lam Research jatuh 8,8%, dan Applied Materials melemah 6,6%. Tekanan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek permintaan dan margin di tengah persaingan yang semakin ketat dalam ekosistem teknologi global. Sektor perangkat lunak juga belum mampu bangkit, tetap berada di...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
T arif Impor India Dipangkas ke 18% Usai Kesepakatan Hentikan Pembelian Minyak Rusia Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemangkasan tarif impor terhadap India menjadi 18% setelah New Delhi sepakat menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Pernyataan tersebut dilaporkan Bloomberg pada Senin, 2 Februari 2026, dan langsung menjadi sorotan karena menandai perubahan signifikan dalam dinamika perdagangan AS–India sekaligus strategi geopolitik Washington terkait konflik Ukraina. Berdasarkan laporan yang beredar, tarif impor India sebelumnya berada di level 25% sebelum diturunkan menjadi 18% menyusul komunikasi langsung antara Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Sejumlah media AS mengaitkan kesepakatan ini dengan upaya Trump menekan pendapatan energi Rusia, yang selama ini tetap mengalir berkat ekspor minyak diskon ke negara-negara Asia di tengah sanksi Barat. Trump juga menyatakan bahwa India akan melangkah lebih jauh dengan memangkas tarif dan hambatan non-tarif ter...