EUR/USD Bertahan di Area Konsolidasi di Tengah Lemahnya Aktivitas Pasar
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak dalam kisaran sempit di sekitar level 1.04
00 selama sesi perdagangan Eropa pada Jumat (27 Desember), di tengah volume perdagangan yang tipis karena banyak pelaku pasar masih absen akibat libur Natal. Aktivitas pasar yang terbatas membuat pasangan ini sulit menemukan arah yang jelas, sementara dolar AS (USD) tetap menunjukkan kekuatan berkat meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan kebijakan pelonggaran secara bertahap menyusul pemulihan inflasi dalam tiga bulan terakhir.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tetap bertahan di atas level support penting di 108.00. Posisi ini menegaskan dominasi dolar AS di pasar global, dengan permintaan yang tetap solid meskipun volume perdagangan menurun menjelang akhir tahun.
Kinerja positif dolar AS dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh dua faktor utama: ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang kuat di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Donald Trump, serta spekulasi bahwa siklus pelonggaran suku bunga The Fed akan melambat. Sinyal ini memberi dorongan tambahan bagi greenback, sekaligus menekan mata uang utama lainnya termasuk euro.
Dari sisi kebijakan moneter, dot plot terbaru The Fed menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga acuan Federal Funds Rate akan mencapai 3,9% pada akhir 2025. Proyeksi tersebut mengindikasikan adanya hanya dua kali pemangkasan suku bunga tahun depan, lebih sedikit dibandingkan empat kali yang sebelumnya diantisipasi pasar. Pandangan ini mencerminkan sikap hati-hati The Fed dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan risiko perlambatan ekonomi.
Namun, analis dari BCA Research menilai skenario tersebut masih terlalu konservatif. Dalam laporan terbarunya, mereka memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga lebih dari 50 basis poin (bps) pada 2025, seiring ekspektasi bahwa tekanan inflasi akan menurun di bawah target 2% dan tingkat pengangguran akan naik di atas proyeksi The Fed sebesar 4,3%. Laporan tersebut menambahkan bahwa pengurangan pemangkasan suku bunga hanya mungkin terjadi jika terjadi “perbaikan signifikan dalam momentum pasar tenaga kerja,” sesuatu yang dinilai kecil kemungkinannya dalam waktu dekat.
Sementara itu, dari sisi data ekonomi AS, klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) untuk pekan yang berakhir 20 Desember menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah warga yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya turun menjadi 219.000, sedikit lebih rendah dibandingkan data sebelumnya sebesar 220.000 dan di bawah ekspektasi konsensus sebesar 224.000. Data ini memberikan indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh, mendukung pandangan bahwa ekonomi AS tetap berada di jalur ekspansi moderat meskipun ada tanda-tanda perlambatan global.
Secara keseluruhan, pergerakan EUR/USD cenderung terbatas di akhir tahun ini karena kombinasi antara likuiditas pasar yang rendah dan sentimen dominan terhadap kekuatan dolar AS. Investor akan terus memantau perkembangan kebijakan The Fed dan sinyal awal dari pemerintahan Trump untuk menentukan arah tren utama pasangan mata uang ini pada awal 2026 mendatang.
Source: FXStreet
Komentar
Posting Komentar