Gubernur BOJ Janji Teliti Dampak Tarif AS terhadap Kebijakan Moneter Jepang
Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, menegaskan bahwa bank sentral akan menganalisis secara cermat dampak kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap perekonomian Jepang dalam setiap keputusan kebijakan moneter mendatang. Pernyataan ini disampaikan Ueda di hadapan parlemen Jepang pada Rabu, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan perdagangan yang agresif dari Washington.
“Ketidakpastian ekonomi domestik dan global meningkat akibat tarif otomotif dan tindakan balasan dari Amerika Serikat,” ujar Ueda. “Kami akan terus memantau dan menganalisis secara mendalam bagaimana kebijakan tarif tersebut dapat memengaruhi perekonomian dan harga di Jepang melalui berbagai saluran transmisi.”
Bank of Japan tahun lalu telah keluar dari kebijakan stimulus ultra-longgarnya dan mulai menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,5% pada Januari, dengan keyakinan bahwa Jepang hampir mencapai target inflasi berkelanjutan sebesar 2%. Namun, keputusan pemerintahan Donald Trump untuk memberlakukan tarif luas terhadap berbagai negara, termasuk Jepang, kini menambah tantangan bagi BOJ dalam melanjutkan siklus kenaikan suku bunga.
Menurut Ueda, keputusan sebelumnya untuk menaikkan suku bunga didasarkan pada inflasi inti yang perlahan mendekati target 2%. Ia menjelaskan bahwa penarikan dukungan moneter berlebih di tahap ini penting agar BOJ tidak perlu menaikkan suku bunga secara tajam di masa depan jika inflasi meningkat terlalu cepat. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Jepang tetap berkelanjutan tanpa menimbulkan ketidakseimbangan harga.
Ketika seorang anggota parlemen meminta Ueda memberikan pernyataan yang lebih tegas terkait langkah menghadapi dampak negatif tarif Trump terhadap perekonomian, ia menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan pasti. “Kami akan meneliti setiap perkembangan dengan cermat, menganalisis dampaknya terhadap ekonomi, harga, dan pasar, untuk kemudian menyusun proyeksi yang solid serta mengarahkan kebijakan secara tepat,” tegasnya.
Pertemuan kebijakan moneter BOJ berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 1 Mei. Dalam pertemuan tersebut, dewan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap di 0,5% dan merilis proyeksi ekonomi kuartalan terbaru. Keputusan ini akan menjadi sorotan pasar global, karena setiap perubahan sikap BOJ terhadap inflasi atau dampak tarif AS dapat memicu pergerakan besar pada Yen Jepang dan pasar obligasi domestik.
Source: Investing.com
Komentar
Posting Komentar