Emas Bertahan di Level $4.000, Kebijakan Pajak Baru China Ubah Peta Permintaan Global


Harga emas stabil di sekitar $4.000 per ounce setelah sempat melemah di awal pekan, dipicu oleh perubahan kebijakan pajak yang diberlakukan China. Mulai 1 November, Beijing melarang sebagian besar retailer untuk mengkredit Pajak Pertambahan Nilai (PPN/VAT) atas penjualan emas yang dibeli melalui Shanghai Gold Exchange (SGE) dan Shanghai Futures Exchange (SFE). Kebijakan ini berpotensi meredam permintaan emas di pasar terbesar dunia dan langsung menekan saham-saham perhiasan China.

Meskipun emas mencetak rekor tertinggi pada Oktober berkat lonjakan permintaan ritel, harga kemudian terkoreksi tajam. Namun secara keseluruhan, emas masih mencatat kenaikan lebih dari 50% sepanjang tahun ini, didorong oleh permintaan bank sentral global dan meningkatnya kebutuhan aset lindung nilai di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Adrian Ash dari BullionVault menegaskan bahwa perubahan kebijakan pajak China dapat memengaruhi sentimen global, meskipun kontribusi permintaan China terhadap reli emas tahun ini relatif terbatas.

Sentimen negatif langsung tercermin pada saham perusahaan perhiasan besar seperti Chow Tai Fook dan Chow Sang Sang, yang anjlok lebih dari 8% setelah pengumuman kebijakan tersebut. Analis Citigroup memperkirakan adanya potensi kenaikan harga emas di seluruh rantai industri untuk menutupi biaya tambahan akibat pajak baru ini. Sebelumnya, sebagian besar retailer di China dapat meng-offset VAT ketika menjual emas, tetapi kini hanya anggota SGE dan SFE yang tetap memiliki hak tersebut—dan itu pun terbatas pada produk emas yang dikategorikan sebagai investasi.

Kebijakan baru ini akan berlaku hingga akhir 2027 dan secara signifikan mengurangi insentif pajak bagi retailer. Untuk penjualan emas non-investasi seperti perhiasan, retailer kini hanya dapat meng-offset 6% VAT, turun drastis dari 13% sebelumnya. Pengurangan margin ini berpotensi menekan profitabilitas retailer sekaligus mengurangi permintaan ritel, yang dapat menjadi penahan kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Namun, dengan permintaan bank sentral yang masih kuat dan tingginya minat terhadap aset aman, emas tetap memiliki fondasi kokoh untuk mempertahankan tren bullish. Level $4.000 kini menjadi support kritis yang akan menentukan dinamika harga dalam beberapa pekan ke depan, terutama seiring pasar mencerna dampak penuh dari kebijakan pajak China terhadap permintaan global.

Source: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini