Emas Menguat Tipis, Pasar Menanti Rilis CPI untuk Menentukan Arah Berikutnya
Harga emas kembali bangkit pada perdagangan Kamis setelah dua sesi berturut-turut ditutup melemah, didorong aksi ambil untung menjelang rilis CPI AS (September) serta meredanya retorika dagang Presiden Donald Trump terhadap China. Logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi intraday di $4.154 sebelum terkoreksi dan akhirnya ditutup di kisaran $4.108, atau menguat tipis sekitar 0,2%.
Meskipun sentimen pasar membaik, momentum bullish belum cukup kuat untuk menembus dan bertahan kokoh di atas level psikologis $4.100. Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor pembatas. Trump mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia yang menargetkan perusahaan energi besar Lukoil dan Rosneft. Di sisi lain, Gedung Putih dikabarkan tengah menyiapkan pembatasan akses China terhadap perangkat lunak buatan perusahaan AS sebagai respons terhadap kontrol ekspor logam tanah jarang dan kenaikan biaya pelabuhan bagi kapal berbendera Amerika.
Di tengah volatilitas tersebut, performa emas secara keseluruhan tetap impresif. Meski pada Selasa mengalami penurunan harian terdalam dalam lima tahun terakhir, emas masih mencatat kenaikan 57% secara year-to-date. Kenaikan tajam ini mencerminkan dominasi permintaan aset lindung nilai di tengah ancaman inflasi persisten, ketidakpastian kebijakan bank sentral, serta tensi geopolitik yang terus meningkat.
Fokus utama pasar kini tertuju pada rilis CPI hari Jumat, yang diproyeksikan berada di 3,1% YoY untuk headline maupun core inflation. Data ini akan menjadi penentu besar terhadap ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Jika inflasi melampaui konsensus, dolar dan imbal hasil obligasi berpotensi menguat sehingga menekan harga emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat membuka peluang bagi pergerakan bullish lanjutan pada emas.
Dalam jangka pendek, rentang harga yang diawasi pelaku pasar berada di $4.000 sebagai support utama dan $4.154 sebagai resistance intraday. Pergerakan keluar dari zona ini akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah tren emas selanjutnya, terutama setelah pasar mencerna data inflasi dan perkembangan geopolitik global.
Source: Newsmaker.id
Komentar
Posting Komentar