Logam Mulia Menguat, Minyak Tertekan: Dinamika Komoditas Global 15–19 Desember Pergerakan harga komoditas global sepanjang periode perdagangan 15–19 Desember menampilkan kontras yang tajam antara logam mulia dan sektor energi. Di satu sisi, perak dan emas menunjukkan ketahanan kuat dengan kecenderungan menguat, sementara di sisi lain harga minyak mentah masih berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran kelebihan pasokan global. Perbedaan arah ini mencerminkan perubahan preferensi risiko pelaku pasar yang semakin selektif menjelang akhir tahun. Harga perak membuka pekan dengan pergerakan relatif stabil setelah volatilitas tinggi pada minggu sebelumnya. Logam putih ini sempat mencetak rekor tertinggi sebelum terkoreksi akibat aksi ambil untung. Pada Senin (15/12), XAG/USD bergerak di kisaran US$62 dengan rentang harian yang sempit, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan katalis baru, khususnya dari arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Likuiditas yang mulai men...
Postingan
Menampilkan postingan dari Desember, 2025
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wall Street Menguat Empat Sesi Beruntun, Optimisme Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dongkrak Sentimen Pasar saham Amerika Serikat melanjutkan reli untuk sesi keempat berturut-turut, didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve. Pada perdagangan Rabu, indeks S&P 500 naik 0,5%, Nasdaq menguat 0,6%, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah sekitar 150 poin. Penguatan yang konsisten ini mencerminkan keyakinan investor bahwa tekanan suku bunga akan segera mereda, membuka ruang bagi pertumbuhan pasar ekuitas hingga akhir tahun. Ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada Desember terus menguat dan kini berada di atas 80%. Keyakinan tersebut didukung oleh rilis data ekonomi AS yang cenderung melunak, serta pernyataan bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral. Sentimen pasar juga mendapat tambahan dorongan setelah laporan Bloomberg menyebutkan Direktur National Economic Council Gedung Putih, Kevin Hassett, menjadi kandidat ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak, Namun Ketidakpastian Pasar Masih Membayangi OPEC+ secara resmi menuntaskan kebijakan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyepakati kenaikan produksi terakhir sebesar 547.000 barel per hari mulai September. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk merebut kembali pangsa pasar global sekaligus memberikan dorongan pasokan bagi negara-negara konsumen utama, termasuk Amerika Serikat. Meski demikian, keputusan ini justru menyisakan tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar, terutama karena masih terdapat sekitar 1,66 juta barel per hari tambahan pasokan yang tertahan tanpa kejelasan waktu pelepasannya. Respons pasar terhadap kebijakan ini relatif tenang. Harga minyak Brent hanya melemah tipis sekitar 0,4% ke kisaran USD 69,38 per barel pada perdagangan Asia Senin pagi. Para delegasi OPEC+ menegaskan bahwa seluruh opsi kebijakan tetap terbuka, mulai dari menunda pelepasan pasokan tambahan, mempertahankan level produksi saat ini, hingga m...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pasar Bergejolak, Perak Melonjak Tajam dan Stok Fisik Mulai Langka Pasar keuangan global tengah bergejolak seiring lonjakan harga perak yang kian agresif. Logam mulia ini kini diperdagangkan di dekat level tertinggi dalam 14 tahun terakhir, didorong oleh derasnya permintaan investor yang mencari alternatif selain emas yang dinilai semakin mahal. Pada perdagangan Asia hari ini, harga perak spot melonjak 1,8%, melanjutkan reli kuat setelah mencatat kenaikan mingguan sebesar 4% pada pekan lalu. Sepanjang 2025, harga perak telah melesat sekitar 35%, jauh melampaui kenaikan emas yang tercatat sebesar 28%. Lonjakan permintaan tersebut berdampak langsung pada ketersediaan perak fisik, khususnya di pasar London. Pasokan semakin ketat karena sebagian besar perak terserap ke dalam produk Exchange Traded Fund (ETF) dan tidak tersedia untuk perdagangan fisik langsung. Sejak Februari, kepemilikan ETF berbasis perak tercatat meningkat sekitar 2.550 ton, sebuah angka signifikan yang mempersempit supl...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pasokan Naik, Ekspor Tertahan: Babak Baru Gejolak Harga Minyak Global Harga minyak dunia bergerak nyaris tanpa perubahan pada perdagangan Rabu (2/7), mencerminkan pasar yang sedang menimbang berbagai faktor penekan dan penopang secara bersamaan. Di satu sisi, rencana peningkatan pasokan oleh OPEC+ membatasi ruang kenaikan harga, sementara di sisi lain pelemahan dolar AS dan antisipasi data ekonomi Amerika Serikat memberi sentimen penyeimbang. Minyak Brent tercatat naik tipis 6 sen ke level USD 68,16 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan stabil di USD 65,45 per barel. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan produksi OPEC+ menjadi faktor utama yang menahan pergerakan harga. Kelompok produsen minyak utama yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia tersebut dilaporkan berencana meningkatkan produksi sebesar 411.000 barel per hari mulai Juli, sejalan dengan kenaikan yang telah dilakukan pada Mei dan Juni. Meski demikian, dampak kenaikan pasokan ini dinilai belum signi...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
China Desak AS Hapus Tarif: Ketegangan Memuncak Jelang Pembicaraan Dagang China kembali menegaskan tuntutannya agar Amerika Serikat mencabut tarif unilateral sebelum pembicaraan dagang dimulai, menyoroti kebuntuan yang semakin dalam antara dua ekonomi terbesar dunia. Beijing menilai bahwa langkah Washington yang mempertahankan bea masuk tinggi hanya memperburuk ketegangan dan menghambat peluang perundingan yang lebih konstruktif. Dalam konferensi pers reguler, juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong, menegaskan bahwa AS harus menunjukkan itikad baik dengan mencabut tarif hukuman yang diberlakukan pada produk-produk China. Ia menyebut langkah tersebut sebagai syarat utama untuk memulai dialog yang bermakna. Pernyataan ini muncul tidak lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak bersedia menurunkan tarif 145% yang saat ini dikenakan terhadap sebagian besar barang asal China. Kedua negara kini tengah mempersiapkan diri menjelang putaran pertama pembicaraan dagang...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apakah Perdamaian Ukraina–Rusia Bisa Membuka Kembali Keran Minyak Global? Harga minyak bergerak stabil pada Rabu setelah turun sekitar 1% di sesi sebelumnya. Futures Brent menguat tipis 0,2% menuju US$62,05 per barel, sementara WTI asal AS juga naik 0,2% ke kisaran US$58,38 per barel. Namun kenaikan ini masih tertahan oleh kekhawatiran pasar bahwa pasokan global berpotensi kembali melampaui permintaan dalam beberapa bulan mendatang. Menurut analis dari ING , pasar minyak kini semakin dekat dengan kondisi kelebihan pasokan (glut), meskipun risiko gangguan suplai dari Rusia masih menjadi sorotan utama. Ekspor minyak Rusia melalui jalur laut memang masih tinggi, tetapi menemukan pembeli menjadi semakin sulit. Jika kondisi ini berlanjut, kapasitas produksi Rusia berpotensi menurun karena tidak terserapnya pasokan. Dari sisi geopolitik, pelaku pasar juga memantau ketat perkembangan upaya perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy , menyatakan bahwa Ukraina...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Emas Tetap Perkasa, Namun Data AS Berpotensi Mengubah Arah Pasar Harga emas bergerak sideways namun tetap mempertahankan bias bullish di area US$4.200 per troy ounce, melanjutkan reli kuat sepanjang 2025 dan penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah data terbaru menunjukkan bahwa emas masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan, didukung ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan depan. Keyakinan ini diperkuat oleh data ketenagakerjaan AS yang lemah serta rangkaian rilis ekonomi yang mengisyaratkan pelonggaran kebijakan moneter. Di sisi lain, dolar AS berada di dekat level terendah beberapa pekan dan imbal hasil obligasi AS tidak lagi menunjukkan kenaikan agresif, sehingga tekanan terhadap emas dari kedua indikator tersebut mulai mereda. Dalam jangka sangat pendek—hari ini hingga awal pekan depan—fokus pasar sepenuhnya tertuju pada data inflasi dan ketenagakerjaan AS, serta komentar pejabat The Fed m...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pasar Asia Pasifik Dibuka Tenang, Investor Menanti Data dan Sinyal Suku Bunga Pasar saham Asia Pasifik memulai perdagangan Rabu pagi dengan pergerakan yang tenang, seolah menahan langkah menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan petunjuk kebijakan suku bunga dari Federal Reserve. Setelah beberapa hari volatilitas yang membuat indeks utama bergerak naik turun, pembukaan pasar hari ini menunjukkan kehati-hatian investor sebelum keputusan besar bank sentral AS diumumkan. Di Jepang, yen menguat tipis terhadap dolar AS , didorong spekulasi bahwa Bank of Japan mungkin segera menaikkan suku bunga. Penguatan ini mencerminkan ekspektasi pasar bahwa Jepang tengah memasuki fase kebijakan moneter yang lebih ketat setelah bertahun-tahun stimulus longgar. Sementara itu, pasar saham Tokyo dan Hong Kong dibuka relatif datar, menandakan pelaku pasar masih memantau perkembangan global dan kondisi geopolitik yang terus memberi warna pada sentimen risiko. Di sisi komoditas, logam mu...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dolar AS Menguat Berkat Sinyal Hawkish FOMC: Sentimen Pasar Mengarah pada Tren Bullish DXY Dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya pada awal perdagangan hari ini. Indeks Dolar AS (DXY) dibuka dengan melanjutkan tren penguatan, selaras dengan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta stabilnya kondisi ekonomi domestik AS. Fundamental yang kokoh menegaskan bahwa penurunan suku bunga tampaknya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga instrumen berbasis USD tetap menjadi tujuan favorit investor global. Fundamental Ekonomi AS Perkuat Momentum DXY Serangkaian data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap solid dan inflasi berada pada level yang relatif terkendali. Kondisi ini mengurangi tekanan bagi The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga secara agresif. Ketahanan ekonomi AS juga mendorong aliran modal masuk, meningkatkan daya tarik imbal hasil aset dolar dibandingkan mata uang utama lainnya. Selai...