Apakah Perdamaian Ukraina–Rusia Bisa Membuka Kembali Keran Minyak Global?
Harga minyak bergerak stabil pada Rabu setelah turun sekitar 1% di sesi sebelumnya. Futures Brent menguat tipis 0,2% menuju US$62,05 per barel, sementara WTI asal AS juga naik 0,2% ke kisaran US$58,38 per barel. Namun kenaikan ini masih tertahan oleh kekhawatiran pasar bahwa pasokan global berpotensi kembali melampaui permintaan dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut analis dari ING, pasar minyak kini semakin dekat dengan kondisi kelebihan pasokan (glut), meskipun risiko gangguan suplai dari Rusia masih menjadi sorotan utama. Ekspor minyak Rusia melalui jalur laut memang masih tinggi, tetapi menemukan pembeli menjadi semakin sulit. Jika kondisi ini berlanjut, kapasitas produksi Rusia berpotensi menurun karena tidak terserapnya pasokan.
Dari sisi geopolitik, pelaku pasar juga memantau ketat perkembangan upaya perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyatakan bahwa Ukraina bersama mitra Eropa akan segera menyerahkan “dokumen revisi” kepada AS terkait rencana perdamaian terbaru. Serangkaian diplomasi intens dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan harapan pasar terhadap kemungkinan terobosan yang signifikan.
Apabila kesepakatan damai tercapai, sejumlah sanksi internasional terhadap perusahaan energi Rusia berpotensi dilonggarkan. Hal ini dapat membuka kembali arus pasokan minyak Rusia yang selama ini terhambat, sehingga meningkatkan suplai global. Namun skenario ini justru bisa memperbesar kekhawatiran pasar terhadap risiko oversupply dalam jangka menengah, terutama pada saat permintaan masih tumbuh moderat.
Sementara itu, US Energy Information Administration (EIA) memperkirakan produksi minyak AS akan kembali mencetak rekor tahun ini, melebihi proyeksi sebelumnya. Lembaga tersebut menaikkan perkiraan produksi 2025 menjadi rata-rata 13,61 juta barel per hari, meskipun sedikit menurunkan estimasi untuk 2026 ke 13,53 juta barel per hari. Kombinasi potensi tambahan pasokan dari AS serta kemungkinan longgarnya suplai minyak Rusia membuat pasar minyak saat ini berada dalam posisi sangat berhati-hati, meskipun harga di permukaan terlihat stabil.
Source: Newsmaker.id
Komentar
Posting Komentar