Bursa Asia Menguat, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga Jepang


Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Jumat, mengikuti tren positif yang terjadi di Wall Street. Sentimen pasar membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik global, sementara fokus utama investor tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ) yang dinilai krusial bagi arah kebijakan moneter kawasan. Optimisme yang terbentuk mendorong minat risiko secara selektif, terutama pada pasar saham utama di Asia.

Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75%, mencerminkan sikap kehati-hatian di tengah tren inflasi yang mulai melandai. HSBC memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya sebesar 25 basis poin baru akan terjadi pada Juli 2026, meskipun percepatan tetap terbuka jika pelemahan yen berlanjut dan memicu tekanan harga impor. Data terbaru menunjukkan inflasi utama Jepang turun ke 2,1% pada Desember, terendah sejak Maret 2022, sementara inflasi inti berada di level 2,4% secara tahunan, menandakan tekanan harga masih terkendali.

Di pasar saham Jepang, indeks Nikkei 225 mencatat kenaikan tipis sebesar 0,09%, sedangkan Topix menguat 0,27%. Pergerakan ini mencerminkan sikap wait and see investor menjelang keputusan BOJ, dengan sektor-sektor defensif dan berorientasi domestik menjadi penopang utama. Stabilitas kebijakan moneter Jepang dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar yen.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan tampil lebih solid. Indeks Kospi naik 0,7% dan Kosdaq, yang menjadi acuan saham berkapitalisasi kecil, menguat 0,74%. Namun, investor regional tetap mencermati pergerakan saham sektor teknologi, khususnya produsen chip Asia, setelah saham Intel anjlok sekitar 13% dalam perdagangan setelah jam bursa di Amerika Serikat akibat proyeksi kinerja keuangan yang lemah. Sentimen ini berpotensi memicu volatilitas lanjutan di sektor semikonduktor Asia.

Di Amerika Serikat, indeks utama Wall Street melanjutkan penguatan setelah ketegangan terkait isu Greenland mereda. Dow Jones Industrial Average naik 0,63%, S&P 500 menguat 0,55%, dan Nasdaq Composite melonjak 0,91%. Kenaikan ini didorong oleh reli saham-saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Nvidia, Microsoft, dan Meta Platforms, yang kembali menjadi motor utama pasar. Penguatan Wall Street tersebut memberikan dukungan sentimen positif bagi pasar Asia, meskipun investor tetap berhati-hati menantikan arah kebijakan moneter Jepang dan dinamika sektor teknologi global.

Source: Newsmaker.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini