Harga Emas Mulai Tertekan di Tengah Sinyal Hawkish The Fed dan Membaiknya Hubungan Dagang AS–China Harga emas global perlahan kehilangan tenaga penguatannya pada perdagangan Jumat (31 Oktober) waktu AS, seiring berubahnya sentimen pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta meredanya ketegangan dagang antara Washington dan Beijing. Setelah reli panjang yang ditopang pemangkasan suku bunga dan ketidakpastian geopolitik, kini investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset lindung nilai. Tekanan Datang dari Nada Hawkish The Fed dan Menguatnya Dolar Di pasar spot, emas bergerak dalam rentang US$3.940–US$4.020 per troy ounce, turun tipis dari level puncaknya akhir pekan sebelumnya. Tekanan jual muncul setelah pidato Ketua The Fed Jerome Powell menunjukkan nada yang lebih hawkish, meski bank sentral baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Menurut laporan Reuters yang mengutip analis Kpler Research, pasar kini menilai ruang pelonggaran moneter lebih sempit ...
Postingan
Menampilkan postingan dari November, 2025
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kenaikan Saham Jepang Menguat: Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dorong Reli Pasar Saham-saham Jepang menguat pada awal sesi perdagangan, didorong oleh optimisme bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga. Euforia ini mengikuti reli Wall Street semalam, yang kembali menjadi katalis positif bagi pasar Asia. Para pelaku pasar melihat peluang bahwa pelonggaran kebijakan moneter AS dapat memberikan ruang lebih luas bagi arus modal global masuk ke pasar Jepang, sekaligus mendorong valuasi saham naik lebih jauh. Sektor elektronik dan teknologi menjadi motor utama penguatan indeks, mencerminkan kembali besarnya kontribusi industri ini terhadap ekonomi Jepang. Saham Lasertec melonjak 2,8%, sementara Murata Manufacturing turut menguat 2,7%. SoftBank Group, yang sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya, berhasil bangkit dengan kenaikan 2,3%. Penguatan ini menunjukkan bahwa investor kembali menaruh kepercayaan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besar Jepan...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yen Jepang Melemah Mendekati Level Terendah Sepekan terhadap Dolar AS Yen Jepang (JPY) kembali tertekan dan diperdagangkan mendekati level terendah dalam satu minggu pada Rabu (12 Februari), meski dalam beberapa hari sebelumnya sempat menunjukkan permintaan yang kuat. Kekhawatiran pasar terkait dampak ekonomi dari kebijakan tarif impor komoditas yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, serta potensi tarif balasan, menciptakan ketidakpastian baru di pasar global. Namun, justru meningkatnya minat risiko (risk-on sentiment) menjadi faktor utama yang melemahkan daya tarik yen sebagai aset safe haven. Bersamaan dengan munculnya permintaan baru terhadap dolar AS (USD), pasangan USD/JPY mampu mempertahankan kenaikan solidnya di atas kisaran tengah 153 menjelang sesi Eropa. Komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell, pada Selasa turut memperberat tekanan terhadap yen. Pernyataannya meredam harapan bahwa selisih suku bunga antara AS dan Jepang akan menyempit dalam wak...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bursa Asia Melemah, SoftBank Anjlok 10% di Tengah Data Perdagangan dan Transisi Politik Jepang Pasar saham Asia jatuh pada perdagangan Rabu, seiring investor mencerna data perdagangan Jepang serta pembentukan pemerintahan baru di Tokyo. Ekspor Jepang naik 4,2% secara tahunan pada September, mengakhiri tren penurunan selama empat bulan. Namun kenaikan tersebut tetap berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,6%. Penguatan permintaan dari kawasan Asia membantu menutupi pelemahan pengiriman ke Amerika Serikat, menandai dinamika perdagangan yang masih rapuh di tengah ketidakpastian global. Pemerintahan baru di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi resmi dilantik, membawa angin perubahan pada jajaran kabinet Jepang. Shinjiro Koizumi ditunjuk sebagai menteri pertahanan, sementara Satsuki Katayama mencetak sejarah dengan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai menteri keuangan Jepang. Meski pergantian ini dipandang sebagai langkah penting bagi arah kebijakan ekonomi dan geopolitik Jepang,...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kecaman Global Menguat atas Usulan Trump Agar AS Menguasai Gaza Para pemimpin dunia, baik sekutu maupun rival Amerika Serikat, secara tegas mengecam usulan Presiden Donald Trump yang mengusulkan agar AS mengambil alih Gaza, memindahkan 2 juta penduduk Palestina ke negara lain, lalu mengubah wilayah pesisir tersebut menjadi “Riviera Timur Tengah.” Gagasan kontroversial itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan langsung memicu gelombang penolakan internasional dalam hitungan jam. Respons global hampir sepenuhnya menolak usulan tersebut. Inggris, China, Jerman, Irlandia, Rusia, dan Spanyol semuanya menegaskan kembali dukungan terhadap solusi dua negara — pembentukan negara Palestina merdeka yang mencakup Gaza dan Tepi Barat, hidup berdampingan dengan Israel. Solusi inilah yang selama beberapa dekade menjadi fondasi kebijakan AS di Timur Tengah, meskipun pemerintahan Netanyahu menentangnya. Arab Saudi, sekutu penti...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Harga Minyak Global Tertahan di Tengah Sanksi UE dan Serangan Ukraina Harga minyak global bergerak stabil setelah mengalami tekanan selama beberapa pekan terakhir, dengan pasar masih mencermati dampak sanksi terbaru Uni Eropa terhadap pasokan Rusia serta eskalasi serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi negara tersebut. Brent crude diperdagangkan di atas USD 66 per barel setelah turun 0,5% pekan lalu, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati USD 63 per barel. Pergerakan harga yang terbatas ini menunjukkan pasar yang masih diliputi ketidakpastian, baik dari sisi geopolitik maupun regulasi energi. Sanksi terbaru Uni Eropa menargetkan perusahaan-perusahaan di negara ketiga seperti China dan India yang selama ini menjadi pembeli utama minyak Rusia dengan harga diskon. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memutus aliran dana yang menopang mesin perang Rusia melalui pembelian minyak yang melanggar sanksi. Tindakan in...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Harga Perak Turun Dekati $31,00 Setelah Rilis Data Ekonomi AS Harga perak (XAG/USD) kembali melemah untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan di kisaran $30,90 per troy ounce pada sesi Asia, Jumat (13 Desember). Tekanan jual meningkat setelah data ekonomi Amerika Serikat dirilis, memicu perubahan arah momentum harga dari sentimen bullish menjadi bearish. Analisis grafik harian menunjukkan bahwa pergerakan harga telah menembus pola ascending channel , menandakan potensi pembalikan tren ke arah penurunan. Secara teknikal, pasangan XAG/USD kini bergerak di bawah rata-rata eksponensial (EMA) sembilan dan 14 hari, yang memperkuat pandangan bearish jangka pendek. Posisi ini menunjukkan melemahnya momentum kenaikan dan meningkatnya minat jual di pasar. Sinyal teknikal tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan turun masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat, seiring dengan berkurangnya dorongan beli di level atas. Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari juga tur...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
AUD Melemah Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Turunnya Selera Risiko Global Dolar Australia (AUD) kembali terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Senin (23/6), melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan ini mencerminkan tekanan jual yang kuat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memukul selera risiko global. Kondisi tersebut mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven seperti USD, sehingga membuat pasangan mata uang AUD/USD bergerak mendekati level terendah hariannya. Tekanan terhadap AUD semakin dalam setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—dalam sebuah serangan yang diklaim dikoordinasikan bersama Israel. Serangan tersebut memicu kekhawatiran global karena parlemen Iran dilaporkan menyetujui langkah untuk menutup Selat Hormuz, jalur ekspor minyak utama dunia. Meskipun ancaman penutupan sudah beberapa kali d...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pasokan Naik, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Mulai Terbentuk? Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) bergerak nyaris stagnan ketika pasar menimbang berbagai faktor yang saling bertentangan, mulai dari rencana kenaikan pasokan OPEC+, pelemahan dolar AS, hingga data ekonomi Amerika Serikat. Minyak Brent tercatat naik tipis 6 sen ke level USD68,16 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS tetap stabil di USD65,45 per barel. Pergerakan yang terbatas ini menandakan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian arah harga dalam jangka pendek. Ekspektasi kenaikan produksi OPEC+ menjadi faktor utama yang menahan penguatan harga. Aliansi produsen minyak besar—termasuk Arab Saudi dan Rusia—direncanakan akan menambah produksi sebesar 411.000 barel per hari mulai Juli, sama seperti penambahan yang dilakukan pada Mei dan Juni. Meski demikian, sejumlah analis menilai tambahan suplai ini kemungkinan tidak terlalu berdampak pada pasar global karena sebagian besar pro...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Trump Resmi Pangkas Tarif Fentanyl dalam Kesepakatan Dagang AS–China Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumumkan pemangkasan tarif terhadap produk terkait fentanyl asal China, dari sebelumnya 20% menjadi 10%. Kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan tingkat tinggi di Korea Selatan pada Oktober lalu, yang bertujuan meredakan ketegangan perdagangan antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut. Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa Washington dan Beijing berupaya menuju hubungan dagang yang lebih stabil setelah bertahun-tahun dibayangi perang tarif. Selain itu, Trump juga menetapkan pembekuan terhadap tarif balasan yang sebelumnya diberlakukan pada berbagai produk China. Kebijakan pembekuan ini memberikan ruang bernapas bagi pelaku usaha yang bergantung pada arus perdagangan internasional, terutama sektor manufaktur dan farmasi yang terdampak langsung oleh biaya impor yang tinggi. Dengan pembekuan ini, banyak perusahaan berhar...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Emas Bertahan di Level $4.000, Kebijakan Pajak Baru China Ubah Peta Permintaan Global Harga emas stabil di sekitar $4.000 per ounce setelah sempat melemah di awal pekan, dipicu oleh perubahan kebijakan pajak yang diberlakukan China. Mulai 1 November, Beijing melarang sebagian besar retailer untuk mengkredit Pajak Pertambahan Nilai (PPN/VAT) atas penjualan emas yang dibeli melalui Shanghai Gold Exchange (SGE) dan Shanghai Futures Exchange (SFE). Kebijakan ini berpotensi meredam permintaan emas di pasar terbesar dunia dan langsung menekan saham-saham perhiasan China. Meskipun emas mencetak rekor tertinggi pada Oktober berkat lonjakan permintaan ritel, harga kemudian terkoreksi tajam. Namun secara keseluruhan, emas masih mencatat kenaikan lebih dari 50% sepanjang tahun ini , didorong oleh permintaan bank sentral global dan meningkatnya kebutuhan aset lindung nilai di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Adrian Ash dari BullionVault menegaskan bahwa perubahan kebijakan ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Emas Menguat Tipis, Pasar Menanti Rilis CPI untuk Menentukan Arah Berikutnya Harga emas kembali bangkit pada perdagangan Kamis setelah dua sesi berturut-turut ditutup melemah, didorong aksi ambil untung menjelang rilis CPI AS (September) serta meredanya retorika dagang Presiden Donald Trump terhadap China. Logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi intraday di $4.154 sebelum terkoreksi dan akhirnya ditutup di kisaran $4.108 , atau menguat tipis sekitar 0,2%. Meskipun sentimen pasar membaik, momentum bullish belum cukup kuat untuk menembus dan bertahan kokoh di atas level psikologis $4.100 . Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor pembatas. Trump mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia yang menargetkan perusahaan energi besar Lukoil dan Rosneft. Di sisi lain, Gedung Putih dikabarkan tengah menyiapkan pembatasan akses China terhadap perangkat lunak buatan perusahaan AS sebagai respons terhadap kontrol ekspor logam tanah jarang dan kenaikan biaya pelabuhan bagi kapal be...